Charles Darwin (1842) mengemukakan tiga perbedaaan formasi yang dikenal dengan teori penenggelaman. Darwin mengemukakan bahwa formasi awal merupakan fringing reefs yang terbentuk di sekitar pulau. Jika pulau tersebut mengalami penurunan permukaan secara tektonik, fringing reefs akan berubah menjadi barrier Reefs. Apabila proses terus berlanjut, maka atolls akan terbentuk.
Pengerukan Pasir
Faktor yang mempengaruhi hilangnya sebuah pulau salah satunya adalah dengan pengerukan pasir secara besar-besaran menggunakan alat modern. Pulau yang hilang tersebut antara lain Pulau Sumenep di Jawa Timur dan Pulau Lebutan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Pada saat air surut pulau tersebut hanya terlihat seperti gundukan pasir dan pada saat pasang permukaannya sudah tidak terlihat serta permukaan rata dengan air laut. Penambangan illegal tersebut sudah berlangsung sejak lama dengan menggunakan alat penyedot pasir, sehingga meski dalam kondisi air pasang bisa dilakukan pengambilan pasir.
Abrasi
Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh kekuatan gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Ada yang mengatakan Abrasi sebagai erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipengaruhi oleh gejala alami dan tindakan manusia.Salah satu penyebab abrasi adalah hilangnya ekosistem hutan mangrove atau hutan bakau, terumbu karang,dan ekosistem lainnya. Sebagaimana diketahui, mangrove yang ditanam di pinggiran pantai, akar-akarnya mampu menahan ombak sehingga menghambat terjadinya pengikisan pantai, begitu pun dengan terumbu karang. Sayangnya ekosistem hutan bakau dan terumbu karang banyak yang telah dirusak oleh manusia, industri-industri ditepi pantai yang juga menjadi faktor abrasi pantai, seperti misalnya pembangunan pelabuhan. Selain itu pembuangan limbah ke laut atau pantai merupakan faktor yang merusak ekosistem tersebut. Apabila ekosistem tersebut rusak maka abrasi pantai akan terus terjadi dan daratan semakin menghilang dan tidak menutup kemungkinan menyebabkan hilangnya suatu pulau selain rusaknya ekositem akan mengganggu kelangsungan hidup biota yang hidup dan bersimbiosis di ekosistem tersebut.
Tsunami dan Pergerakan Seismik
Tsunami adalah gelombang laut yang ditimbulkan oleh gempa tektonik di bawah laut, meletusnya gunung api di lut, atau longsoran ( land- slide) di laut. Tsunami akibat gempa terjadi jika
Gempa dilaut dengan kekuatan lebih besar 6,5 SR
Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km
Terjadi deforasi vertikal dasar laut yang cukup besar
Lempeng samudera bergerak terus menerus menunjam lempeng benua. Lempeng samudera bergerak terus menerus menujam lempeng benua
Bagian dari lempeng benua tertarik turun dan terjadi akumulasi tegangan bagian dari lempeng benua tertarik turun dan terjadi akumulasi tegangan
Tegangan mencapai batasnya ujung lempeng benua melenting ke atas menyebabkan gempa bumi
Dari sini mengapa bisa diperkirakan bahwa tsunami menyebabkan tenggelamnya pulau diakibatkan karena patahan dari pertemuan lempeng samudera dan benua yang divergen (menyebar) dan konvergen (menyatu) bahkan transform (slide) tersebut mengakibatkan bergeraknya lempeng Indo-Australia sebesar 5-7cm per tahun, Lempeng Pasifik bergerak sebesar 12cm per tahun, dan Lempeng Eurasia bergerak sebesar 10cm per tahun. Disini terjadi penurunan pulau disekitarnya, karena bisa diketahui bahwa terjadi guncangan yang besar pada saat tsunami dibarengi oleh gempa yang menimbulkan rusaknya kawasan di sekitar kejadian yang akibatnya dirasakan sekitar 10 tahun-15 tahun yang akan dating dengan dilihatnya penurunan pulau tersebut karena seiringnya bergeser lempeng benua dan samudera.
Kenaikan Muka Air Laut
Kenaikan muka air laut yang sering disebut dengan sea level rise (SLR) merupakan peningkatan volume air laut yang disebabkan oleh faktor-faktor kompleks. Penyebabnya diantaranya :
Perubahan iklim. Menyebabkan peningkatan temperatur secara global sehingga memicu fluktuasi curah hujan yang tinggi dan meningkatnya suhu air laut yang menyebabkan terjadinya pemuaian terhadap volume air laut sehingga massa air laut berubah dan meningkat.
Dampak pemanasan global. Akibat pemanasan global, es di kutub menjadi mencair, sehingga dapat menambah volume air laut.
Penurunan seismik permukaan tanah. Penurunan yang terjadi secara alami akibat adanya konsolidasi atau pemampatan tanah atau sedimen lunak di bawah permukaan
Penurunan permukaan tanah akibat aktivitas manusia karena adanya pembuatan struktur, pengambilan air tanah, dan ekstraksi minyak dan gas.
Biodiversitas adalah macam dan kelimpahan spesies, komposisi genetiknya, dan komunitas, ekosistem dan bentang alam dimana mereka berada. Adapun dampak pulau tenggelam terhadap biodiversitas, yaitu biodiversitas darat pasti akan menghilang (baik dengan cara bermigrasi bagi organisme yang dapat migrasi, maupun mati bagi yang tidak dapat migrasi), meskipun mungkin ada yang dapat beradaptasi pun, itu sangatlah sedikit. Sehingga tenggelamnya pulau sangat turun andil dalam biodiversitas yang menurun-langka. Namun seiring waktu pulau yang tenggelam tersebut akan menjadi habitat baru untuk organisme-organisme laut.
http://uksa387.undip.ac.id/?paged=2
xa.yimg.com/kq/groups/30176128/…/name/Makalah http://www.attayaya.net/2009/04/tenggelamnya-pulau-pulau-indonesia.html
http://indomaritimeinstitute.org/?p=805
Tulisan ini dibuat berdasarkan Artikel yang berjudulkan STUDY CASES: MURDERED BY WHO??? – MICRO ECOSYSTEM IN THE ISLE oleh Noirpurba @2013
How Animals Eat Their Food
(via zelka94)
(via memewhore)
[via]